Loading...

Saturday, July 14, 2007

Halalkah Coklat yang Kita Makan?

Hampir semua produk coklat yang beredar di pasar, baik berupa coklat batangan maupun produk olahan lainnya, menambahkan emulsifier dalam proses pembuatannya. Emulsifiers adalah bahan aditif yang lazim digunakan untuk mengstabilkan campuran dan menjaga konsistensinya. Zat yang umumnya memiliki kode seri dari E400-E495 ini bisa dihasilkan dari tumbuhan dan/atau hewan. Kode yang paling sering tertulis di kemasan coklat adalah:
  • E471 Glyceryl Monostearate, Glyceryl Distearate
  • E476 Polyglycerol polyricinoleate
Karena bisa mengandung unsur hewani, sudah semestinya kita harus berhati-hati karena tidak tertutup kemungkinan pembentukan emulsifier memakai hewan non-halal atau hewan yang tidak disembelih dengan cara hukum Islam. Memang pada umumnya hewan yang sering dipakai adalah babi dan sapi. Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS), MUI-nya Singapore, sendiri sudah menyatakan bahwa secara umum zat-zat ini dikategorikan sebagai syubhah (diragukan kehalalannya) dari segi bahan atau cara pembuatannya [1]. Zat-zat aditif yang di-syubhah-kan oleh MUIS bertanda * di daftar ini. Jadi, selama kemasan coklat tidak berlabel halal, seperti:

, dan mencantumkan berbagai kode E di komposisinya, mestinya anda tahu apa yang harus dilakukan.

0 comments: